Rabu, 13 Desember 2017

Pemograman Dasar ~ Javascript 3

Pemograman Dasar ~ Javascript 3

Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada. Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.

Cara Penulisan Tag JavaScript

Ada 3 macam cara penulisan tag javascript, yaitu;
  1. Menuliskan Tag dengan diawali <script type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut yang menginformasikan kepada browser bahwaprogram script yang ada dalam tag tersebut adalah javascript dalam format text.
  2. Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut ini digunakan dengan tujuan untuk menentukan versi dari javascript yang digunakan, sebagai contoh <script language=”javascript1.2”> menyatakan bahwa javascript yang kita gunakan adalah versi 2.1.
  3. Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> cara campuran ini yaitu penulisan lama dan penulisan baru disatukan, dilakukan untuk mengantisipasi pengakses halaman web yang masih menggunakan browser web yang mendukung javascript, tetapi belum mendukung HTML
Dengan adanya javascript, maka teknik penulisan HTML dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan membuat program javascript untuk menghasilkan dokumen HTML atau dengan membuat dokumen HTML seperti biasa, kemudian jika ada program javascript, maka kita menambahkan program javascript tersebut sebagai sisipan saja.

Contoh Penggunaan JavaScript

Dari penjelasan singkat di atas, tentu masih sulit bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya Javascript bekerja. Oleh karena itulah kita akan coba membuat sebuah dokumen HTML sederhana dengan menambahkan Javascript di dalamnya.Pertama – tama, kita siapkan sebuah dokumen HTML sederhana. Bisa kita tulis dari awal untuk dokumen HTML ini. Bila sudah siap, maka kita akan memiliki sebuah kode HTML dengan bentuk sebagai berikut :
   <html>
<head>
<title>Belajar Javascript</title>
</head>
<body>
<div id=”contoh”> Mari Belajar Javascript </div>

Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada. Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.

Cara Penulisan Tag JavaScript

Ada 3 macam cara penulisan tag javascript, yaitu;
  1. Menuliskan Tag dengan diawali <script type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut yang menginformasikan kepada browser bahwaprogram script yang ada dalam tag tersebut adalah javascript dalam format text.
  2. Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut ini digunakan dengan tujuan untuk menentukan versi dari javascript yang digunakan, sebagai contoh <script language=”javascript1.2”> menyatakan bahwa javascript yang kita gunakan adalah versi 2.1.
  3. Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> cara campuran ini yaitu penulisan lama dan penulisan baru disatukan, dilakukan untuk mengantisipasi pengakses halaman web yang masih menggunakan browser web yang mendukung javascript, tetapi belum mendukung HTML
Dengan adanya javascript, maka teknik penulisan HTML dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan membuat program javascript untuk menghasilkan dokumen HTML atau dengan membuat dokumen HTML seperti biasa, kemudian jika ada program javascript, maka kita menambahkan program javascript tersebut sebagai sisipan saja.

Contoh Penggunaan JavaScript

Dari penjelasan singkat di atas, tentu masih sulit bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya Javascript bekerja. Oleh karena itulah kita akan coba membuat sebuah dokumen HTML sederhana dengan menambahkan Javascript di dalamnya.Pertama – tama, kita siapkan sebuah dokumen HTML sederhana. Bisa kita tulis dari awal untuk dokumen HTML ini. Bila sudah siap, maka kita akan memiliki sebuah kode HTML dengan bentuk sebagai berikut :
   <html>
<head>
<title>Belajar Javascript</title>
</head>
<body>
<div id=”contoh”> Mari Belajar Javascript </div>

Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada. Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.

Cara Penulisan Tag JavaScript

Ada 3 macam cara penulisan tag javascript, yaitu;
  1. Menuliskan Tag dengan diawali <script type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut yang menginformasikan kepada browser bahwaprogram script yang ada dalam tag tersebut adalah javascript dalam format text.
  2. Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut ini digunakan dengan tujuan untuk menentukan versi dari javascript yang digunakan, sebagai contoh <script language=”javascript1.2”> menyatakan bahwa javascript yang kita gunakan adalah versi 2.1.
  3. Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> cara campuran ini yaitu penulisan lama dan penulisan baru disatukan, dilakukan untuk mengantisipasi pengakses halaman web yang masih menggunakan browser web yang mendukung javascript, tetapi belum mendukung HTML
Dengan adanya javascript, maka teknik penulisan HTML dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan membuat program javascript untuk menghasilkan dokumen HTML atau dengan membuat dokumen HTML seperti biasa, kemudian jika ada program javascript, maka kita menambahkan program javascript tersebut sebagai sisipan saja.

Contoh Penggunaan JavaScript

Dari penjelasan singkat di atas, tentu masih sulit bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya Javascript bekerja. Oleh karena itulah kita akan coba membuat sebuah dokumen HTML sederhana dengan menambahkan Javascript di dalamnya.Pertama – tama, kita siapkan sebuah dokumen HTML sederhana. Bisa kita tulis dari awal untuk dokumen HTML ini. Bila sudah siap, maka kita akan memiliki sebuah kode HTML dengan bentuk sebagai berikut :
   <html>
<head>
<title>Belajar Javascript</title>
</head>
<body>
<div id=”contoh”> Mari Belajar Javascript </div>

Pemograman Dasar ~ Javascript 2

Pemograman Dasar ~ Javascript 2

Salah satu bahasa pemrograman yang sangat simple dan paling banyak dipelajari di dalam sekolah dan juga institusi yang berhubungan dengan pengembangan software dan aplikasi komputer adalah bahasa pemrograman javascript. Beberapa pendidikan dasar pada bidang lmu komputer, terutama pengembangan aplikasi dan software memasukkan materi mengenai bahasa pemrograman Javascript dalam pelajaran mereka.
ads
Javascript ini terdapay pada tahap-tahap awal, agar siswa bisa lebih mengerti mengani jenis-jenis bahasa pemrograman yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi komputer. Dari sekian banyak bahasa pemrograman yang ada, javascript sangat erat hubungannya dengan pengembangan sisten yang berbasis online. (baca juga: macam-macam bahasa pemrograman)
Ada sedikit perbedaan antara bahasa pemrograman Javascript dengan bahasa pemrograman lainnya. Apabila bahasa pemrograman pada umumnya berfokus pada pengembangan aplikasi dan software berbasi platform dan sistem operasi, maka bahasa pemrograman Javascript berfokus pada pengembangan sebuah aplikasi yang menggunakan basis web browser.
Perbedaan Javascript dengan Bahasa Pemrograman Lainnya
Jadi, secara umum, semua aplikasi yang dibuat dan juga dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman javascript ini bisa kita gunakan pada sebuah web browser, pada sebuah situs-situs tertentu.
Ternyata, pengembangan aplikasi berbasis web browser yang menjadi focus utama dari bahasa pemrograman Javascript ini bukanlah tanpa alasan. Javascript adalah sebuah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh pihak Netscape, yang merupakan perusahaan telekomunikasi yang mengembangkan sebuah web browser bernama Netscape Navigator, yang pada masanya didaulat sebagai web browser pertama di dunia yang digunakan untuk berselancar di dunia maya.
Karena itu, Netscape kemudian mengembangkan sebuah bahasa pemrograman yang mampu untuk mendukung kebutuhan pengembangan sebuah website.

Kelebihan Javascript

Sebagai sebuah bahasa pemrograman yang banyak digunakan dalam mengembangkan sebuah aplikasi dan juga website, maka tentu saka javascript memiliki beberapa kelebihan dan juga keunggulan. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan juga keunggulan dari bahasa pemrograman JavaScript.
  1. Tidak membutuhkan resource memory besar (ringan dan kecil)
Kelebihan dan keunggulan pertama dari bahasa pemrograman Javascript adalah dari hal resource memorynya. Javascript membutuhkan resource memory yang relative kecil dan ringan. Hal ini tentu saja akan sangat membantu para developer dalam mengembangkan aplikasi – aplikasi ringan, namun tetap memiliki fitur dan kegunaan yang sangat banyak bagi user.
Karena tidak membutuhkan space besar, pastinya penggunaan RAM akan semakin simple. Selain itu, bagi user, aplikasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Javascript ini juga dapat dijalankan dengan lebih mudah, dan sangat pas untuk aplikasi yang digunakan sehari-hari.
  1. Mudah untuk dipelajari
Sebuah bahasa pemrograman akan banyak digunakan dan akan banyak dikembangkan apabila bahasa pemrograman tersebut adalah bahasa pemrograman yang simple dan mudah untuk dipahami. Nah, bahasa pemrograman Javascript ini adalah salah satu jenis bahasa pemrograman yang sangat mudah untuk dipelajari.Bahkan, di beberapa sekolah dan kurses mengenai bahasa pemrograman, Javascript adalah salah satu jenis bahasa pemrograman yang wajib dipelajari dan dikuasai oleh para siswa peserta pendidikan tersebut. Bagi anda yang baru akan belajar mengenai bahasa pemrograman, maka Javascript sangat cocok untuk anda pelajari terlebih dahulu.
  1. Dinamis
Dinamis adalah keunggulan dan kelebihan berikutnya dari bahasa pemrograman Javascript. Javascript adalah salah satu bahasa pemrograman yang dinamis diantara banyak bahasa pemrograman lainnya. Dinamin disini adalah fleksbilitas dari pengembangan aplikasi yang berbasis Javascript.
Selain itu, javascript juga mudah untuk diaplikasikan, dan mudah untuk dilakukan penambahan fitur, yang berhubungan dengan fungsi – fungsi penting dari aplikasi tersebut.
  1. Multi platform, bisa dijalankan di banyak sistem operasi
Apalah gunanya sebuah bahasa pemrograman yang canggih, namun hanya bisa digunakan oleh satu sistem operasi saja? Tentunya akan sangat tidak berguna, adanya jenis sistem operasi komputer akan lebih memvariasikan versi yang ada. Maka dari itu, Javascript menawarkan keunggulan berikutnya, yaitu multi platform.
Multi platform berarti sebuah aplikasi yangmenggunakan bahasa pemrograman Javascript bisa dibuat dengan basis sistem operasi apapun, termasuk diantaranya dalaah sistem operasi yang populer digunakan secara umum, seperti sistem operasi Windows, Linux, Android, dan berbagai macam sistem operasi lainnya,
Selain berbasis sistem operasi, aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman berbasis Javascript juga banyak yang bisa dijalankan pada perangkat komputer dan perangkat komunikasi, seperti handphone yang tidak menggunakan sistem operasi tertentu.
  1. Mudah untuk dikembangkan
Kelebihan berikutnya dari bahasa pemrograman Javascript ini adalah mudah untuk dikembangkan. Ketika suatu aplikasi sudah selesai dibuat dengan menggunakan basis bahasa pemrograman Javascript, maka aplikasi tersebut bisa dengan mudah dikembangkan.
Hal ini juga mengacu pada konsep dinamis yang diusung oleh bahasa pemrograman Javascript ini. Aplikasi akan lebih mudah untuk diperbaharui dan dikembangkan sesuai degnan kebutuhan user juga perkembangan teknologi yang ada.
Kekurangan Javascript
Nah, sama seperti kebanyakan contoh aplikasi ataupun bahasa pemrograman lainnya, bahasa pemrograman Javascript ini ternyata juga dinilai masih memiliki beberapa kelemahan dan juga kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kekurangan dari bahasa pemrograman Javascript:
  1. Script yang digunakan pada Javascript tidak terenkripsi
Meskipun Javascript adalah bahasa pemrograman yang simple dan mudah dikembangkan, namun ternyata hal ini kontras dengan kemampuan enkripsi dari bahasa pemrograman Javascript. Aplikasi yang dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman berbasis Javascript memiliki enkripsi yang lemah, dan cenderung tidak terenkripsi.
Hal ini tentu saja menyebabkan aplikasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Javascript sangat rentan untuk diretas dan dibajak. Karena itu, beberapa aplikasi yang dibuat dengan menggunakan Javascript bukanlah merupakan sebuah aplikasi yang krusial dan penting, seperti aplikasi mobile banking, atau aplikasi yang membutuhkan password.
  1. Bukan untuk pengembangan aplikasi stand alone
Merupakan kelemahan, yang juga dampak dari tidak terenkripsinya aplikasi berbasi bahasa pemrograman Javascript. Dengan tingkat keamanan yang sangat rendah, hal ini membuat bahasa pemrograman Javascript hanya bisa dioptimalkan pada sebuah aplikasi yang tergantung pada aplikasi lain.
Contohnya adalah aplikasi pada sebuah web browser. Aplikasi javascript ini hanya bisa dijalankan, ketika user sudah menjalankan aplikasi web browser terlebih dahulu, sehingga hal ini menyebabkan aplikasi Javascript bukan merupakan aplikasi yang mandiri atau stand alone, tapi harus bergantung pada aplikasi lain agar dapat berjalan dengan optimal. Terlebih saat menggunakan browser tentunya user memilih web browser terbaik agar lebih memudahkan dalam mengakses internet.
  1. Memiliki keterbatasan objek
Kelemahan berikutnya dari bahasa pemrograman javascript ini adalah terbatasnya objek. Hal in ijuga dipengaruhi oleh kondisi umum dari bahasa pemrograman Javascript yang sanga simple dan juga sederhana, sehingga tentu saja hal ini akan sanga mempengaruhi fitur – fitur yang dimiliki oleh bahasa pemrograman avascipt ini.

Salah satu bahasa pemrograman yang sangat simple dan paling banyak dipelajari di dalam sekolah dan juga institusi yang berhubungan dengan pengembangan software dan aplikasi komputer adalah bahasa pemrograman javascript. Beberapa pendidikan dasar pada bidang lmu komputer, terutama pengembangan aplikasi dan software memasukkan materi mengenai bahasa pemrograman Javascript dalam pelajaran mereka.
ads
Javascript ini terdapay pada tahap-tahap awal, agar siswa bisa lebih mengerti mengani jenis-jenis bahasa pemrograman yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi komputer. Dari sekian banyak bahasa pemrograman yang ada, javascript sangat erat hubungannya dengan pengembangan sisten yang berbasis online. (baca juga: macam-macam bahasa pemrograman)
Ada sedikit perbedaan antara bahasa pemrograman Javascript dengan bahasa pemrograman lainnya. Apabila bahasa pemrograman pada umumnya berfokus pada pengembangan aplikasi dan software berbasi platform dan sistem operasi, maka bahasa pemrograman Javascript berfokus pada pengembangan sebuah aplikasi yang menggunakan basis web browser.
Perbedaan Javascript dengan Bahasa Pemrograman Lainnya
Jadi, secara umum, semua aplikasi yang dibuat dan juga dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman javascript ini bisa kita gunakan pada sebuah web browser, pada sebuah situs-situs tertentu.
Ternyata, pengembangan aplikasi berbasis web browser yang menjadi focus utama dari bahasa pemrograman Javascript ini bukanlah tanpa alasan. Javascript adalah sebuah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh pihak Netscape, yang merupakan perusahaan telekomunikasi yang mengembangkan sebuah web browser bernama Netscape Navigator, yang pada masanya didaulat sebagai web browser pertama di dunia yang digunakan untuk berselancar di dunia maya.
Karena itu, Netscape kemudian mengembangkan sebuah bahasa pemrograman yang mampu untuk mendukung kebutuhan pengembangan sebuah website.

Kelebihan Javascript

Sebagai sebuah bahasa pemrograman yang banyak digunakan dalam mengembangkan sebuah aplikasi dan juga website, maka tentu saka javascript memiliki beberapa kelebihan dan juga keunggulan. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan juga keunggulan dari bahasa pemrograman JavaScript.
  1. Tidak membutuhkan resource memory besar (ringan dan kecil)
Kelebihan dan keunggulan pertama dari bahasa pemrograman Javascript adalah dari hal resource memorynya. Javascript membutuhkan resource memory yang relative kecil dan ringan. Hal ini tentu saja akan sangat membantu para developer dalam mengembangkan aplikasi – aplikasi ringan, namun tetap memiliki fitur dan kegunaan yang sangat banyak bagi user.
Karena tidak membutuhkan space besar, pastinya penggunaan RAM akan semakin simple. Selain itu, bagi user, aplikasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Javascript ini juga dapat dijalankan dengan lebih mudah, dan sangat pas untuk aplikasi yang digunakan sehari-hari.
  1. Mudah untuk dipelajari
Sebuah bahasa pemrograman akan banyak digunakan dan akan banyak dikembangkan apabila bahasa pemrograman tersebut adalah bahasa pemrograman yang simple dan mudah untuk dipahami. Nah, bahasa pemrograman Javascript ini adalah salah satu jenis bahasa pemrograman yang sangat mudah untuk dipelajari.Bahkan, di beberapa sekolah dan kurses mengenai bahasa pemrograman, Javascript adalah salah satu jenis bahasa pemrograman yang wajib dipelajari dan dikuasai oleh para siswa peserta pendidikan tersebut. Bagi anda yang baru akan belajar mengenai bahasa pemrograman, maka Javascript sangat cocok untuk anda pelajari terlebih dahulu.
  1. Dinamis
Dinamis adalah keunggulan dan kelebihan berikutnya dari bahasa pemrograman Javascript. Javascript adalah salah satu bahasa pemrograman yang dinamis diantara banyak bahasa pemrograman lainnya. Dinamin disini adalah fleksbilitas dari pengembangan aplikasi yang berbasis Javascript.
Selain itu, javascript juga mudah untuk diaplikasikan, dan mudah untuk dilakukan penambahan fitur, yang berhubungan dengan fungsi – fungsi penting dari aplikasi tersebut.
  1. Multi platform, bisa dijalankan di banyak sistem operasi
Apalah gunanya sebuah bahasa pemrograman yang canggih, namun hanya bisa digunakan oleh satu sistem operasi saja? Tentunya akan sangat tidak berguna, adanya jenis sistem operasi komputer akan lebih memvariasikan versi yang ada. Maka dari itu, Javascript menawarkan keunggulan berikutnya, yaitu multi platform.
Multi platform berarti sebuah aplikasi yangmenggunakan bahasa pemrograman Javascript bisa dibuat dengan basis sistem operasi apapun, termasuk diantaranya dalaah sistem operasi yang populer digunakan secara umum, seperti sistem operasi Windows, Linux, Android, dan berbagai macam sistem operasi lainnya,
Selain berbasis sistem operasi, aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman berbasis Javascript juga banyak yang bisa dijalankan pada perangkat komputer dan perangkat komunikasi, seperti handphone yang tidak menggunakan sistem operasi tertentu.
  1. Mudah untuk dikembangkan
Kelebihan berikutnya dari bahasa pemrograman Javascript ini adalah mudah untuk dikembangkan. Ketika suatu aplikasi sudah selesai dibuat dengan menggunakan basis bahasa pemrograman Javascript, maka aplikasi tersebut bisa dengan mudah dikembangkan.
Hal ini juga mengacu pada konsep dinamis yang diusung oleh bahasa pemrograman Javascript ini. Aplikasi akan lebih mudah untuk diperbaharui dan dikembangkan sesuai degnan kebutuhan user juga perkembangan teknologi yang ada.
Kekurangan Javascript
Nah, sama seperti kebanyakan contoh aplikasi ataupun bahasa pemrograman lainnya, bahasa pemrograman Javascript ini ternyata juga dinilai masih memiliki beberapa kelemahan dan juga kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kekurangan dari bahasa pemrograman Javascript:
  1. Script yang digunakan pada Javascript tidak terenkripsi
Meskipun Javascript adalah bahasa pemrograman yang simple dan mudah dikembangkan, namun ternyata hal ini kontras dengan kemampuan enkripsi dari bahasa pemrograman Javascript. Aplikasi yang dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman berbasis Javascript memiliki enkripsi yang lemah, dan cenderung tidak terenkripsi.
Hal ini tentu saja menyebabkan aplikasi yang dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman Javascript sangat rentan untuk diretas dan dibajak. Karena itu, beberapa aplikasi yang dibuat dengan menggunakan Javascript bukanlah merupakan sebuah aplikasi yang krusial dan penting, seperti aplikasi mobile banking, atau aplikasi yang membutuhkan password.
  1. Bukan untuk pengembangan aplikasi stand alone
Merupakan kelemahan, yang juga dampak dari tidak terenkripsinya aplikasi berbasi bahasa pemrograman Javascript. Dengan tingkat keamanan yang sangat rendah, hal ini membuat bahasa pemrograman Javascript hanya bisa dioptimalkan pada sebuah aplikasi yang tergantung pada aplikasi lain.
Contohnya adalah aplikasi pada sebuah web browser. Aplikasi javascript ini hanya bisa dijalankan, ketika user sudah menjalankan aplikasi web browser terlebih dahulu, sehingga hal ini menyebabkan aplikasi Javascript bukan merupakan aplikasi yang mandiri atau stand alone, tapi harus bergantung pada aplikasi lain agar dapat berjalan dengan optimal. Terlebih saat menggunakan browser tentunya user memilih web browser terbaik agar lebih memudahkan dalam mengakses internet.
  1. Memiliki keterbatasan objek
Kelemahan berikutnya dari bahasa pemrograman javascript ini adalah terbatasnya objek. Hal in ijuga dipengaruhi oleh kondisi umum dari bahasa pemrograman Javascript yang sanga simple dan juga sederhana, sehingga tentu saja hal ini akan sanga mempengaruhi fitur – fitur yang dimiliki oleh bahasa pemrograman avascipt ini.

Pemograman Dasar ~ Javascript 1

Pemograman Dasar ~ Javascript 1

Nama JavaScript sebenarnya sedikit membingungkan. Selain kemiripan cara penulisan dengan bahasa pemograman Java, JavaScript sepenuhnya berbeda dengan bahasa pemograman desktop: Java. Dalam Tutorial JavaScript kali ini kita akan mengetahui sejarah awal JavaScript dan perkembangan versi Javascript hingga saat ini.

Sejarah Penamaan JavaScript

Sejarah JavaScript dimulai sekitar tahun 1994, ketika internet dan website sedang mengalami perkembangan yang pesat. Website pada saat itu umumnya dibuat menggunakan bahasa pemograman PERL yang pemrosesannya hanya bisa dilakukan di sisi web server.
Kelemahan pemrosesan di sisi web server adalah, setiap instruksi dari user harus dikirim terlebih dahulu kepada web server, baru kemudian ditampilkan lagi di dalam web browser. Karena kecepatan rata-rata  koneksi internet yang terbatas, hal ini dipandang tidak efisien. Programmer web membutuhkan bahasa pemograman client-side yang bisa berjalan di web browser tanpa harus dikirim ke server.
Pada tahun 1995, Brendan Eich seorang programmer dari Netscape mulai mengembangkan sebuah bahasa pemograman script yang dinamakan Mocha. Netscape pada saat itu merupakan perusahaan software ternama yang memiliki web broser Netscape Navigator.
Bahasa script Mocha ini ditujukan untuk client-side dan juga server-side. Dalam perkembangan selanjutnya, nama Mocha diubah menjadi LiveScript untuk versi client-side, dan LiveWire untuk versi server-side.
Pada saat bahasa pemograman tersebut akan dirilis, Netscape mengadakan kerjasama denganSun Microsystems untuk mengembangkan LiveScript, dan tepat ketika Netscape Navigator 2dirilis, Netscape merubah nama LiveScript menjadi JavaScript dengan tujuan bahasa baru ini akan populer seperti bahasa Java yang saat itu sedang booming di kalangan programmer. VersiJavaScript ini dinamakan dengan JavaScript 1.0.

Pesaing JavaScript: Kemunculan JScript dari Microsoft

Karena kesuksesan JavaScript 1.0, Netscape selanjutnya mengembangkan JavaScript versi 1.1 pada Netscape Navigator 3, dan mengantarkan Netscape Navigator menjadi pemimpin pasar web browser saat itu.
Selang beberapa bulan kemudian, Microsoft yang melihat kepopuleran JavaScript, memperkenalkan web browser Internet Explorer 3 dengan JScript. JScript adalah penamaan lain dari JavaScript. Hal ini dilakukan Microsoft karena JavaScript merupakan merk dagang yang dimiliki oleh Sun dan Netscape. Sehingga Microsoft terpaksa mencari nama lain untuk versi JavaScriptmereka.
Selain memiliki fitur yang mirip, JScript juga menambahkan beberapa fitur tersendiri, sehinggaJavaScript dan JScript tidak sepenuhnya kompitable.
Web Browser Internet Explorer 3 yang dirilis microsoft pada tahun 1996 ini adalah awal dari kemunduran Netscape Navigator, karena microsoft merilis Internet Explorer 3 secara gratis dan sebagai software bawaan dari Sistem Operasi Windows. Akan tetapi, keputusan Microsoftmenambahkan fitur JScript merupakan langkah besar dalam perkembangan JavaScript.
Perkembangan Penggunaan Web Browser Netscape Navigator
Perkembangan Penggunaan Web Browser Netscape Navigator (source: wikipedia)

Perubahan Menjadi Nama Standar: ECMAScript

Implementasi JScript di dalam Internet Explorer membuat kalangan programmer bingung, karena terdapat 2 versi JavaScript: JavaScript di Netscape Navigator and JScript pada Internet Explorer. Versi JavaScript juga memiliki 2 versi, yakni versi 1.0 dan 1.1. Hal ini semakin menambah kerumitan dalam pembuatan program. Permasalahan terjadi karena ketiga versi JavaScript tersebut memiliki perbedaan fitur.
Kejadian ini sama seperti yang dialami oleh HTML dan CSS, dan kalangan programmer sepakat bahwa diperlukan sebuah  standarisasi untuk JavaScript.
Pada pertengahan tahun 1997, JavaScript 1.1 diajukan ke badan standarisasi Eropa: European Computer Manufacturers Association (ECMA) untuk membuat sebuah standar bahasa pemograman script web browser. Atas dasar ini, dibentuklah sebuah komite dengan anggota yang terdiri dari programmer dari berbagai perusahaan internet pada saat itu, seperti Netscape, Sun, Microsoft, Borland, NOMBAS serta beberapa perusahaan lain yang tertarik dengan perkembangan JavaScript.
Komite standarisasi ini menghasilkan bahasa pemograman yang disebut ECMAScript, atau secara formal disebut ECMAScript -262. 1 tahun berikutnya, badan standarisasi ISO(International Organization for Standardization) juga mengadopsi ECMAScript sebagai standar. Sejak saat itu, semua web browser menjadikan ECMAScript sebagai standar acuan untukJavaScript.
ECMAScript terus dikembangkan hingga mencapai versi 3 pada tahun 1999. Berita baiknya, hampir semua web browser saat itu, terutama Microsoft Internet Explorer 5.5 dan Netscape 6 telah mendukung ECMAScript-262 versi 3. Namun berita buruknya, masing-masing web browser menerapkan standar dengan sedikit berbeda, sehingga masih terdapat kemungkinan tidak kompitable.

ECMAScript versi 5

ECMA-262 versi 5 dirilis pada 2009. ECMAScript versi 4 sengaja dilompati karena beberapa alasan ketidakcocokan proposal yang diajukan. ECMA-262 versi 5 inilah yang saat ini menjadi versi paling stabil dan terdapat di mayoritas web browser modern seperti Internet Explorer, Google Chrome, Firefox, Opera, dan Safari.
Akan tetapi, perbedaan implementasi ECMAScript tetap ada di dalam web browser. Biasanya perbedaan ini terkait dengan fitur-fitur tambahan. Salah satu cara programmer untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan mendeteksi web browser yang digunakan user, lalu menjalankan fungsi yang dirancang secara spesifik untuk web browser tersebut. Proses ini dikenal sebagai browser sniffing, dan bukan sesuatu yang menyenangkan.
Kabar baiknya, sekarang banyak terdapat library JavaScript  yang dirancang untuk melapisi perbedaan ECMAScript ini, salah satunya adalah jQuery. jQuery menyediakan fungsi otomatis dalam mengatasi perbedaan implementasi ECMAScript di dalam web browser.

ECMAScript 6

ECMAScript 6 atau ES6 atau ECMAScript 2015 dirilis pada bulan Juni 2015. Cukup banyak penambahan baru pada versi ini, sebagian besar merupakan fitur lanjutan untuk membuat aplikasi yang memiliki kompleksitas tinggi, seperti penggunaan JavaScript di server menggunakan node.js.
Diantara fitur tersebut adalah: iterator baru, python-style generator, arrow function, binary data,typed arrays, collections (maps, sets and weak maps), promises untuk membuat asynchronousprogramming, penambahan function untuk tipe data number dan math, reflection, serta proxies(metaprogramming untuk virtual objects dan wrappers).
Mulai dari ECMAScript 6 dan selanjutnya, penamaan ECMAScript akan menggunakan nama tahun saat standar tersebut dirilis, seperti ECMAScript 2015, ECMAScript 2016, dst. Banyak perdebatan mengenai pilihan nama ini, sehingga masih sering disebut sebagai ECMAScript 6.

ECMAScript 7

ECMAScript 7 atau nama resminya: ECMAScript 2016, diselesaikan pada Juni 2016. Fitur baru termasuk exponentiation operator (**) dan Array.prototype.includes.
Karena relatif baru, belum banyak web browser yang menerapkan ECMAScript 7.

ECMAScript atau JavaScript?

ECMAScript adalah versi standar dari JavaScript. Namun karena kepopuleran JavaScript, Hampir semua kalangan dan programmer menyebut ECMAScript dengan sebutan umum: JavaScript.
Merk dagang JavaScript saat ini dimiliki oleh perusahaan Oracle (yang mengakuisisi Sun Microsystem beberapa tahun lalu), Namun anda juga akan mendengar versi JavaScript 1.5 atauJavaScript 1.8. Versi JavaScript ini adalah versi yang diadopsi oleh Mozilla Firefox (yang merupakan ‘reingkarnasi’ dari Netscape). JavaScript 1.5 sebenarnya adalah ECMAScript 3. Dan JavaScript 1.8 merupakan versi ECMAScript dengan beberapa penambahan internal oleh Mozilla.

Apa yang dimaksud dengan ECMAScript Engine (JavaScript Engine)?

Jika anda membaca perkembangan tentang JavaScript, maka selain versi ECMAScript yang digunakan, terdapat istilah JavaScript Engine atau dalam bahasa standarnya: ECMAScript Engine.
JavaScript Engine adalah mekanisme internal yang dimiliki oleh web browser. JavaScript Enginedapat diumpamakan dengan compiler dalam bahasa pemograman lain, yakni algoritma yang digunakan untuk menjalankan JavaScript. Semakin cepat sebuah web browser menjalankanJavaScript akan semakin baik.
Biasanya disetiap rilis baru web browser seperti Google Chrome, Internet Explorer, maupun Mozilla Firefox, juga diikuti rilis terbaru JavaScript Engine yang menawarkan kecepatan lebih baik.
V8 adalah nama JavaScript Engine untuk Google Chrome, SpiderMonkey untuk Mozilla Firefox, dan Chakra untuk Internet Explorer. Daftar lengkap tentang JavaScript engine ini dapat dilihat dihttp://en.wikipedia.org/wiki/List_of_ECMAScript_engines
Dalam tutorial selanjutnya, kita akan mulai berkenalan dengan kode JavaScript, dalam Tutorial Belajar JavaScript: Cara Menjalankan Kode Program JavaScript.

eBook JavaScript Uncover Duniailkom
JavaScript sudah menjadi fitur wajib di setiap website modern. Duniailkom telah menyusun eBook JavaScript Uncover yang membahas JavaScript dengan lebih detail dan lebih lengkap, mulai dari dasar hingga konsep DOM, Event dan AJAX. Penjelasan lebih lanjut bisa ke eBook JavaScript Uncover Duniailkom.

kalau masih ada orang ini kiamat tidak akan terjadi !!

       Kiamat merupakan hari penghancuran yang telah di pastikan kedatangannya.Namun untuk waktu datangnya kiamat ini tidak satu orangpun d...