Pemograman Dasar ~ Javascript 3
Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada. Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.
Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada. Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.
Cara Penulisan Tag JavaScript
Ada 3 macam cara penulisan tag javascript, yaitu;
- Menuliskan Tag dengan diawali <script type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut yang menginformasikan kepada browser bahwaprogram script yang ada dalam tag tersebut adalah javascript dalam format text.
- Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut ini digunakan dengan tujuan untuk menentukan versi dari javascript yang digunakan, sebagai contoh <script language=”javascript1.2”> menyatakan bahwa javascript yang kita gunakan adalah versi 2.1.
- Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> cara campuran ini yaitu penulisan lama dan penulisan baru disatukan, dilakukan untuk mengantisipasi pengakses halaman web yang masih menggunakan browser web yang mendukung javascript, tetapi belum mendukung HTML
Dengan adanya javascript, maka teknik penulisan HTML dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan membuat program javascript untuk menghasilkan dokumen HTML atau dengan membuat dokumen HTML seperti biasa, kemudian jika ada program javascript, maka kita menambahkan program javascript tersebut sebagai sisipan saja.
Ada 3 macam cara penulisan tag javascript, yaitu;
- Menuliskan Tag dengan diawali <script type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut yang menginformasikan kepada browser bahwaprogram script yang ada dalam tag tersebut adalah javascript dalam format text.
- Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut ini digunakan dengan tujuan untuk menentukan versi dari javascript yang digunakan, sebagai contoh <script language=”javascript1.2”> menyatakan bahwa javascript yang kita gunakan adalah versi 2.1.
- Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> cara campuran ini yaitu penulisan lama dan penulisan baru disatukan, dilakukan untuk mengantisipasi pengakses halaman web yang masih menggunakan browser web yang mendukung javascript, tetapi belum mendukung HTML
Dengan adanya javascript, maka teknik penulisan HTML dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan membuat program javascript untuk menghasilkan dokumen HTML atau dengan membuat dokumen HTML seperti biasa, kemudian jika ada program javascript, maka kita menambahkan program javascript tersebut sebagai sisipan saja.
Contoh Penggunaan JavaScript
Dari penjelasan singkat di atas, tentu masih sulit bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya Javascript bekerja. Oleh karena itulah kita akan coba membuat sebuah dokumen HTML sederhana dengan menambahkan Javascript di dalamnya.Pertama – tama, kita siapkan sebuah dokumen HTML sederhana. Bisa kita tulis dari awal untuk dokumen HTML ini. Bila sudah siap, maka kita akan memiliki sebuah kode HTML dengan bentuk sebagai berikut :
<html>
<head>
<title>Belajar Javascript</title>
</head>
<body>
<div id=”contoh”> Mari Belajar Javascript </div>
Dari penjelasan singkat di atas, tentu masih sulit bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya Javascript bekerja. Oleh karena itulah kita akan coba membuat sebuah dokumen HTML sederhana dengan menambahkan Javascript di dalamnya.Pertama – tama, kita siapkan sebuah dokumen HTML sederhana. Bisa kita tulis dari awal untuk dokumen HTML ini. Bila sudah siap, maka kita akan memiliki sebuah kode HTML dengan bentuk sebagai berikut :
<html><head><title>Belajar Javascript</title></head><body><div id=”contoh”> Mari Belajar Javascript </div>
Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada. Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.
Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada. Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.
Cara Penulisan Tag JavaScript
Ada 3 macam cara penulisan tag javascript, yaitu;
- Menuliskan Tag dengan diawali <script type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut yang menginformasikan kepada browser bahwaprogram script yang ada dalam tag tersebut adalah javascript dalam format text.
- Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut ini digunakan dengan tujuan untuk menentukan versi dari javascript yang digunakan, sebagai contoh <script language=”javascript1.2”> menyatakan bahwa javascript yang kita gunakan adalah versi 2.1.
- Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> cara campuran ini yaitu penulisan lama dan penulisan baru disatukan, dilakukan untuk mengantisipasi pengakses halaman web yang masih menggunakan browser web yang mendukung javascript, tetapi belum mendukung HTML
Dengan adanya javascript, maka teknik penulisan HTML dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan membuat program javascript untuk menghasilkan dokumen HTML atau dengan membuat dokumen HTML seperti biasa, kemudian jika ada program javascript, maka kita menambahkan program javascript tersebut sebagai sisipan saja.
Ada 3 macam cara penulisan tag javascript, yaitu;
- Menuliskan Tag dengan diawali <script type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut yang menginformasikan kepada browser bahwaprogram script yang ada dalam tag tersebut adalah javascript dalam format text.
- Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut ini digunakan dengan tujuan untuk menentukan versi dari javascript yang digunakan, sebagai contoh <script language=”javascript1.2”> menyatakan bahwa javascript yang kita gunakan adalah versi 2.1.
- Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> cara campuran ini yaitu penulisan lama dan penulisan baru disatukan, dilakukan untuk mengantisipasi pengakses halaman web yang masih menggunakan browser web yang mendukung javascript, tetapi belum mendukung HTML
Dengan adanya javascript, maka teknik penulisan HTML dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan membuat program javascript untuk menghasilkan dokumen HTML atau dengan membuat dokumen HTML seperti biasa, kemudian jika ada program javascript, maka kita menambahkan program javascript tersebut sebagai sisipan saja.
Contoh Penggunaan JavaScript
Dari penjelasan singkat di atas, tentu masih sulit bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya Javascript bekerja. Oleh karena itulah kita akan coba membuat sebuah dokumen HTML sederhana dengan menambahkan Javascript di dalamnya.Pertama – tama, kita siapkan sebuah dokumen HTML sederhana. Bisa kita tulis dari awal untuk dokumen HTML ini. Bila sudah siap, maka kita akan memiliki sebuah kode HTML dengan bentuk sebagai berikut :
<html>
<head>
<title>Belajar Javascript</title>
</head>
<body>
<div id=”contoh”> Mari Belajar Javascript </div>
Dari penjelasan singkat di atas, tentu masih sulit bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya Javascript bekerja. Oleh karena itulah kita akan coba membuat sebuah dokumen HTML sederhana dengan menambahkan Javascript di dalamnya.Pertama – tama, kita siapkan sebuah dokumen HTML sederhana. Bisa kita tulis dari awal untuk dokumen HTML ini. Bila sudah siap, maka kita akan memiliki sebuah kode HTML dengan bentuk sebagai berikut :
<html><head><title>Belajar Javascript</title></head><body><div id=”contoh”> Mari Belajar Javascript </div>
Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada. Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.
Cara Penulisan Tag JavaScript
Ada 3 macam cara penulisan tag javascript, yaitu;
- Menuliskan Tag dengan diawali <script type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut yang menginformasikan kepada browser bahwaprogram script yang ada dalam tag tersebut adalah javascript dalam format text.
- Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut ini digunakan dengan tujuan untuk menentukan versi dari javascript yang digunakan, sebagai contoh <script language=”javascript1.2”> menyatakan bahwa javascript yang kita gunakan adalah versi 2.1.
- Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> cara campuran ini yaitu penulisan lama dan penulisan baru disatukan, dilakukan untuk mengantisipasi pengakses halaman web yang masih menggunakan browser web yang mendukung javascript, tetapi belum mendukung HTML
Dengan adanya javascript, maka teknik penulisan HTML dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan membuat program javascript untuk menghasilkan dokumen HTML atau dengan membuat dokumen HTML seperti biasa, kemudian jika ada program javascript, maka kita menambahkan program javascript tersebut sebagai sisipan saja.
Contoh Penggunaan JavaScript
Dari penjelasan singkat di atas, tentu masih sulit bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya Javascript bekerja. Oleh karena itulah kita akan coba membuat sebuah dokumen HTML sederhana dengan menambahkan Javascript di dalamnya.Pertama – tama, kita siapkan sebuah dokumen HTML sederhana. Bisa kita tulis dari awal untuk dokumen HTML ini. Bila sudah siap, maka kita akan memiliki sebuah kode HTML dengan bentuk sebagai berikut :
<html><head><title>Belajar Javascript</title></head><body><div id=”contoh”> Mari Belajar Javascript </div>

